Meriahnya Faber Castell Family Art Competition di Emporium Mall

Pernah ikut terlibat dalam kegiatan menggambar anak? Ah bisa jadi saat anak menggambar, para orangtua sibuk dengan gawainya. Dan saat anak menyodorkan hasil gambarannya, orangtua hanya melihat sekilas lalu mengacungkan jempol sambil melontarkan pujian BAGUS NAK! Itu sudah dianggap cukup.

***

Dua anak saya Key dan Rindang, kebetulan suka sekali menggambar. Terutama gambar manga. Entah belajar dari mana, tetapi manga yang mereka gambar sepertinya hidup. Mirip-mirip tokoh kartun komik negeri sakura.

Padahal jujur, saya nyaris nggak pernah beliin mereka komik manga. Apalagi mengajarkan menggambar manga. Secara saya memang tidak hobi menggambar. Juga suami saya. Kami adalah orangtua yang kerjaannya lebih banyak menulis artikel serius, cerita-cerita non fiksi.

Kalau kemudian dua anak saya hobinya menggambar, saya sungguh tidak tahu, titisan darah siapa ini. Mungkin dari garis keturunan kami dua atau tiga atau 4 generasi diatas yakni nenek moyang kami ada yang berdarah seniman. Bisa jadi kan? 


Pak Yandramin Halim saat berbincang dengan Kasubdit Peserta Didik Kemendikbud Pak Supriyatna

Soal hobi anak saya menggambar, itu serius temans. Bukan cerita mengarang. Gegara gambar pula saya pernah marah sama si sulung. Ini terjadi ketika saya mendapati semua buku-buku pelajarannya ramai gambar komik. Terutama buku bagian pantat (halaman belakang). Bahkan kantong-kantong tas sekolahnya juga berjubel kertas-kertas koleksi gambar komiknya.

Temans

Mengapa saya jadi cerita soal hobi anak menggambar? Ceritanya, pagi ini, Sabtu 17 November 2018 saya diajak liputan Family Art Competition 2018 yang digelar Faber Castell Internasional Indonesia di Emporium Mall, Pluit, Jakarta Utara. Kompetisi menggambar kali ini cukup unik. Karena dari 1.200 peserta, separuh diantaranya adalah orangtua. Ada ibu, ada ayah, ada nenek ada juga kakek. Jadi setiap peserta yang berusia TK sampai SD tersebut harus berpasangan dengan orangtuanya.

Karena sifatnya berpasangan, kompetisi ini mengutamakan kekompakan peserta. Anak dan orangtua harus seiya sekata. Memutuskan komposisi warna, bentuk gambar dan lainnya.

Meski begitu, kepentingan anak tetap harus diutamakan. Artinya tidak ada orangtua yang memaksakan kehendaknya pada anak. Orangtua tidak boleh mau menang sendiri. Ide dan kreativitas anak harus dinomor satukan. 



Saya menyempatkan foto bersama Pak Yandramin

Setiap orangtua boleh memberikan masukan, ide atau mengarahkan anak. Hanya saja, sifatnya tidak memaksa, tidak mengintervensi anak apalagi mematikan ide atau kreativitas anak. No..taboleh!

Makanya sebelum kompetisi dimulai, Direktur Utama Faber Castell Internasional Indonesia Bapak Yandramin Halim mengingatkan agar setiap orangtua membiarkan anak-anaknya bereksperimen dengan imajinasinya, mengeksplorasi bakat menggambarnya. Singkirkan jauh-jauh ambisi orangtua untuk memenangkan anaknya dalam kompetisi menggambar tersebut.

“Kompetisi hanya sebagian kecil dari tujuan kegiatan ini. Selebihnya, kami ingin membantu setiap orangtua untuk memanfaatkan momen-momen kebersamaan dengan anak,” kata Pak Yandramin.

Sebab momen kebersamaan yang indah seperti ini akan berkurang seiring anak tumbuh menjadi manusia dewasa. Karenanya selagi masih ada waktu, ciptakan sebanyak mungkin momen indah dan momen kebersamaan bersama anak-anak.

Momen kebersamaan yang indah, dalam rekaman lukisan maupun digital, kata Pak Yandramin bisa dimanfaatkan oleh orangtua ketika kelak mengalami hubungan yang buruk dengan anaknya, saat anak sudah remaja atau dewasa. Itu sebabnya, Pak Yandramin minta agar momen kebersamaan kompetisi menggambar diabadikan melalui kamera atau smartphone. Kasih judul, tanggal, nama kegiatan, lalu simpan baik-baik.

Kelak ketika hubungan anak dan orangtua merenggang karena sesuatu hal, foto kenangan kebersamaan tersebut bisa ditunjukkan kepada anak. Tujuannya, membangkitkan ingatan anak terhadap masa lalunya yang indah. Masa lalu bersama orangtuanya. Ini akan sangat membantu merekatkan kembali hubungan yang mungkin menghadapi masalah.

"Tidak selamanya hubungan anak dengan orangtua akan baik-baik saja. Adakalanya menjumpai masalah, dan kita tentu tidak berharap itu terjadi," kata Pak Yandramin.

Temans,

Ditengah kemeriahan kompetisi menggambar, saya mencoba mendekati Bu Warsiti dan mengajaknya bincang-bincang sebentar. Ia bersama anaknya Saka Wardana, pagi itu ikut mendaftar lomba mennggambar Faber Castell dengan nomer peserta 401. Ibu anak ini sudah kelihatan kompak dari pertama. Bagaimana tidak, bajunya sudah senada dengan baju yang dikenakan anak, atasan putih bawahannya coklat muda. 


Saka dan ibunya saat mempersiapkan diri untuk lomba

Bu Warsiti yang bekerja di perusahaan swasta mengaku selama ini belum pernah mendampingi anaknya menggambar. Meski menyadari anaknya hobi banget menggambar.

Kenapa pagi ini Bu Warsiti ikut? “Saya tahu anak saya suka menggambar. Tetapi saya nggak tahu bagaimana dia menggambar. Disini saya mau ikut terlibat dalam dunianya. Meski cuma dua jam,” katanya.

Ya, kompetisi menggambar sejatinya dilakukan sejak pukul 10:30 sampai jam 12:00. Tetapi persiapannya sudah dimulai sejak pukul 10:00.Jadi dua jam lah, kurang lebihnya.

Saka sendiri mengaku senang mengikuti kompetisi menggambar tersebut. Terlebih sang ibu yang sehari-harinya sibuk bekerja, hari ini spesial mau menemani bahkan terlibat dalam kegiatan menggambar.

Kampanyekan #Art4All

Eits, menurut saya Faber Castell itu keren banget. Produsen alat tulis tertua dan terbesar di dunia ini memiliki komitmen tinggi untuk seni, pendidikan dan dunia anak. Jadi tidak sekedar jualan produk.


Pak Yandramin asyik menjelaskan tentang produk Faber Castell kepada Pak Supriyatna

Bayangkan, selama 7 tahun berturut-turut, Faber Castell mengkampanyekan pentingnya menggambar untuk semua usia melalui kompetisi menggambar yang melibatkan semua umur dan semua kalangan. Kampanye dengan hastag #Art4All tersebut menyampaikan pesan bahwa siapapun bisa menikmati seni menggambar.

So, kalau ada lomba menggambar, sebaiknya tidak hanya untuk anak-anak usia PAUD, TK atau usia SD, SMP maupun SMA. Perlu juga lebih sering diselenggarakan lomba menggambar untuk para orang dewasa atau orangtua.

Bukankah penelitian menyebutkan menggambar bagi orang dewasa atau orangtua sangat penting untuk mencegah kepikunan atau dimensia? Di sejumlah negara banyak orangtua yang melakukan terapi menggambar untuk mencegah kepikunan.

Temans,

Pada sesi perbincangan santai, Pak Yandramin mengingatkan era digitalisasi dimana penggunaan gawai terjadi secara masif telah menyebabkan dampak yang kurang baik pada anak. Sebab gawai yang sifatnya adiktif telah membuat hubungan anak dengan orangtua merenggang.

Indikatornya, meski dalam satu ruangan, acapkali anak dan orangtua tidak ada komunikasi. Mereka dekat tapi jauh. Dekat secara fisik tetapi alam pikiran mereka menjauh, komunikasi tidak terbangun dengan baik.

Karenanya bagi orangtua sebaiknya bijak saat memutuskan memberikan gawai pada anak. Dengan memberikan gawai pada anak, berarti orangtua telah memasang garis pembatas. Iyes, harus siap-siap anak menjauh dari jangkauan orangtua. Asik dengan game, dunia maya dan fitur-fitur gawai lainnya.

Daripada memberikan gawai, lebih bijak kasih pensil warna, buku gambar dan ajak anak menggambar bersama. Siapa tahu, tahun depan bisa ketemu lagi dengan even Faber Castell Family Art Competition. Bisa bergabung dan menikmati momen kebersamaan bersama sang buah hati melalui kompetisi menggambar. Asyikkk.


Ini sebagian produk Faber Castell

 Temans,

Kompetisi menggambar Faber Castell ini berhadiah jalan-jalan ke Hongkong lho. Tak tanggung-tanggung, ada 8 tiket disiapkan untuk juara tingkat nasional. Keren yes?

Dan menariknya, hadiah itu bukan hanya untuk anak, tetapi juga orangtua. Dengan cara seperti ini Pak Yandramin berharap akan tumbuh kebanggaan pada anak bahwa diusianya yang masih belia sudah bisa ajak orangtuanya jalan-jalan ke Hongkong melalui torehan prestasinya.

Makanya kalau animo masyarakat untuk ikut serta kompetisi ini sangat tinggi, itu bisa dimaklumi. Untuk kompetisi di Jakarta saja, tercatat ada 1.200 orang peserta. Belum di Bekasi, Tegal, Bengkulu, Bangka, Madura, Makassar, Kendari, Banjarmasin, Lombok, Bali, Kupang dan kota lainnya yang berjumlah 100 kota. Dengan jumlah peserta mencapai 100 ribu orang, rasanya ini kompetisi menggambar yang paling keren dan asyik yak.

Oiya temans,

Faber Castell dari dulu dikenal dengan produk-produknya yang aman dan ramah lingkungan. Produk pewarna semacam spidol dibuat tidak beracun, tidak mengandung bahan kimia. Makanya kalau tiba-tiba terkena mulut anak, air larutannya terminum, tetap dijamin aman. Tidak ada efek samping atau bahayanya bagi kesehatan.

Selain aman dan ramah lingkungan, Faber Castell juga sangat inovatif dalam hal produk. Mau cari produk tulis macam apa aja, ada lho. Ada connector pen, colour pen, oil pastel, colouring paper, perfect drawing tool, colour eraser dan lainnya.

Oke temans, usai baca tulisan, saya berharap temans tak ada pikiran untuk berpindah ke lain hati. Yuks tetap setia gunakan produk Faber Castell dan rasakan bedanya..

#Yukmenggambar
#Setiafabercastell
#Salamkebersamaan

0 Komentar