“Paus biru...,” baca Shera sambil membaca buku paus biru yang kecil.

”Kak Sher...Baca bareng ya?” ajakku sambil memperhatikan buku yang berjudul Paus Biru.

Shera hanya mengangguk. “Baiklah,” singkat dia menjawab.

Lama-lama kami berdua asyik membaca buku. Tak terasa buku berhalaman 146 itu habis dibaca oleh kami,.

 “Yahhhh....sudah habis!” Seruku dan Shera bersamaan,.

”Kak Sher,baca buku si pelangi yuk”ajakku.

“Mana bukunya?” kata Shera cepat sambil menatap rak buku,

“Itu,” Jawabku sambil menunjuk deretan buku di rak.

“ITUUU” aku berteriak lebih jelas.

”Ya,Pegang dong! Mana sih?” tanya Shera memperjelas,.

 “TERLALU TINGGIIIII” aku menunjuk buku yang berjudul “Si Pelangi”.
”Kak Shera,ambilin dong kan kamu jago lompat,” kataku lagi. Akhirnya Shera melompat-lompat. Dan...HAP! buku itu jatuh. “Yeyyy!!” aku dan Shera bersorak senang,.

“Makasih Kak Sher” aku berkata.

“Sama-sama Tiara,” jawab Shera.

Oh iya, nama ku Tiara Salsabila,umurku 8 tahun berbeda dengan Shera yang sudah berumur 12 tahun. Meski umur kami jauh berbeda, kami berdua hidup rukun, tak pernah berantem.
Kami mulai asyik membaca buku yang berhalaman 187. Lama banget! Ada lebih satu jam kami 
membacanya.

“Shera! Tiara! ayo makan!” teriak ibuku.

“Nanti bu...,” aku dan Shera terus asyik membaca.

“CEPET NANTI IBU BUANG BUKUNYA LOH,” ibu berteriak galak.

“iya.. iya deh bu.” akhirnya kami makan.

Sehabis makan malam, kembali membaca buku, hampir selesai sudah 186 halaman itu. Ibu memanggil kami dengan suara agak keras, galak lagi.

”SHERA, TIARA! CEPAT TIDUR SUDAH MALAM!”perintah ibu.

 “Tanggung bu,” jawabku santai, namun agak geregetan karena ibu galak. Akhirnya, selesai juga, 1 hari baru selesai 2 buku, aku dan Shera gosok gigi sholat isya, lalu tidur.

Pagi harinya..

“Shera..Tiara.. bangun,” ibu memanggil kami tidak galak,syukurlah.

”hoaamm,” . aku menguap sambil menahan kantuk. Aku segera shalat subuh lalu mandi, sarapan dan sekolah! Langkahku terdengar menuju kelas 3, Shera melangkah ke arah kelas 6.

Saat bel istirahat berbunyi, anak anak berhamburan keluar seperti semut menggerogoti permen yang besar. Aku terdesak-desak oleh anak-anak, tetapi,bukan untuk jajan, hanya untuk makan di kantin.

Setiba disana, Tita menghampiriku “hai Tiara! Lihat di mading! Ada demo! “aku lalu tersedak, “AAAK..HK” “eh...eh maaf,” “tak akh.. apa-apa!” aku berusaha tersenyum, acara itu memang tersebar kemana-mana,lalu, kini Siska... lagi lagi aku kaget dan tersedak, akhirnya aku mengajak Shera dari kelas enam ke perpustakaan membaca buku.

Sepulang sekolah. Aku memaksakan diriku untuk berani memberikan kado untuk Shera, akhirnya aku memanggilnya.

”Kak Shera!” aku memanggilnya.

“Ada apa ?” dia menjawab setengah bertanya.

“Aku ada hadiah untuk kamu sebagai kakak yang baik!”

“Apaan itu?” tanyanya lebih penasaran.

Sebuah kado!, isinya adalah buku diary yang dia inginkan, gambarnya bunga bunga dan 2 orang 
 perempuan sedang bermain.

“Makasih Tiara!”matanya berbinar menatapnya, lalu itulah persahabatan kompakku dengan Shera, kakakku!.

SELESAI~

#SalamAdek 

Ilustrasi : dinigaleri.deviantart.com

0 Komentar