“Kalista! Kalista!”Seseorang memanggil Kalista,.
 
“Apaan sih? Eh Tiara.. kok kamu bisa di sini?”tanya Kalista.

Yang ditanya cuma nyengir. “Aku baru datang,” jawabnya pendek.

Kalista terdiam. Mengapa ia bisa datang pada waktu yang sama dengan Tiara. Kalista jadi melamun.

”Eh Kalis, kok melamun?"tanya Tiara.

Kalista kaget. Singkat dia menjawab, ”Enggak apa-apa kok!’.

 “Berangkat bareng yuk!” ajak Tiara.

 “Ya udah,” jawab Kalista pendek.

Sepanjang jalan Kalista melamun. Tetapi mendadak ada motor melintas didepan mereka dengan kecepatan tinggi. Ngebut.

Tiara sigap menarik tangan Kalista.”Kalista!!!” teriak Tiara. Teriakan tersebut membuyarkan lamunan Kalista. Kalista kaget.”Huwwaaaa! hampir saja,” teriak Kalista geregetan.

Tiara dan Kalista sampai di gerbang sekolah.  Sampai disana muncul Tifa, teman sekelas Kalista waktu di kelas I.  Tifa  mengajak Kalista ke kantin.

”Kalista,mumpung belum bel,jajan yuk!”ajak Tifa. Diajak ke kantin, Kalista menngangguk dengan cepat. Jadilah mereka berdua pergi ke kantin, meninggalkan Tiara sendiri.

Tentu saja Tiara jadi kesepian. Kini, Tiara yang melamun.

Tiba-tiba,Dringgggggg!!!! Bel tanda dimulai pelajar berbunyi nyaring. Bu guru Tita pun sudah datang. Anak -anak berebut salim dengan bu Tita, guru matematika paling baik di sekolah itu. Termasuk Tiara dan Kalista.

Tetapi saat berlangsung pelajaran matematika, Tiara banyak bengong. Padahal pelajaran matematika sudah dimulai.

 ”Halaman 109 dibaca...,” perintah bu Tita.

“Baik Bu Guru,” jawab anak-anak serempak.  “Seratus sembilan!” anak-anak menirukan bu guru.

Ketika bel istirahat, anak anak berhamburan keluar. Kali ini Tifa bersama Kalista lagi. Tiara tentu saja jadi jengkel di tinggal sama Kalista, sahabatnya.

Akhirnya ia memilih bermain bersama Cika, teman kelas 1 nya. Setelah pulang, Kalista mengajak Tiara main ke rumah nya. Tiara setuju. Disana, mereka bermain boneka.

Selesainya Tiara pulang Kalista bengong. “Siapa ya, sahabatku yang lain selain Tiara?” Kalista bertanya-tanya dalam hati, lama lama ia teringat ajakan bundanya. “Kalau Kalista ulang tahun, sekalian pindah rumah ya!” Kalista sedih mengingat ajakan bundanya. Besok ultahnya, itu berarti ia akan berpisah dengan Tiara? Ia pasti akan rindu dengan sahabatnya itu..

Keesokan harinya, semua sudah ditaruh di truk. Hanya sebuah foto dengan Tiara untuk kenang-kenangan.

Brummm... Bis berangkat. Sesampainya di rumah baru, Kalista cepat cepat masuk kamar Membersihkan semuanya, dia nyaman di tempat itu, Namun, hatinya rindu Tiara.
 Cepat-cepat ia peluk foto kenangannya. Ia harap beberapa bulan atau tahun ia akan kembali bersama Tiara.

Lalu.tebakan Kalista benar. Tiara pindah juga!”Tiaraaaa!!!”Kalista menjerit. Tiara tersenyum lebar lebar. Kalista tak kalah manisnya, ia peluk Tiara erat- erat sambil berkata “aku Sahabatmu”.
Tiara tersenyum lega, mendengarnya.


#salamadek

0 Komentar