Untuk memutuskan melakukan papsmear itu membutuhkan waktu berbulan-bulan. Tidak mudah memang. Ada rasa takut, ada rasa malu, ada rasa sungkan. Pokoknya banyak rasa berkecamuk.

Padahal sumpah, saya sudah tahu apa gunanya papsmear. Buat perempuan yang sudah menikah, papsmear itu hukumnya wajib, sekali saja dalam setahun.

Saking berkecamuknya rasa, tawaran untuk papsmear dari yang diskon 50 persen sampai gratis berkali-kali dicuekin. Kebanyakan mikir, kebanyakan pertimbangan. Meskipun satu sisi, membayangkan kanker serviks alias kanker leher rahim, hati ini tak sampai juga. Duh, jauh-jauh deh itu penyakit.

Sampai pada suatu ketika, saat hari ulang tahun tiba, saya bingung mau bertingkah polah apa yang bikin bahagia diri ini. Biasanya kalau lagi hari H ulang tahun, suka keliling mall sekedar blanjablinji sesuka hati, lalu mampir restoran dan makan sepuas hati juga. Sendiri, supaya terasa istimewa dan syahdu. Soal duit, sekali-kali dalam setahun tak perlu dikontrol jumlah pengeluarannya. Intinya membahagiakan diri sendiri.

Nah, dua tahun lalu, ada yang beda model perayaan ulangtahun saya. Kali ini saya nggak pergi ke mall untuk blanjablinji, nggak juga pergi ke resto. Bulat hati, saya pergi ke Klinik Bersalin Duren Tiga –Jakarta Selatan dan bertemu dengan dokter spesialis kandungan..Tralalala...Masih juga sendiri, alias pergi tanpa suami.

Pertanyaan pertama Bu Dokter  apakah sudah pernah papsmear sebelumnya? Saya jawab sudah. Tapi bener, memang sudah pernah 3 tahun sebelumnya di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) yang ada di Jalan Samratulangi Jakarta Pusat. Cuma hasil lab-nya nggak diambil sampai sekarang. Jadi nggak tahu apa hasilnya. Semoga saja bagus. Tidak bohong kan?

Singkat cerita, akhirnya saya berhasil melewati proses papsmear yang cukup membuat tegang dan takut. Tetapi berakhir dengan lega dan bahagia. Sesuai niat awal, membahagiakan diri sendiri pada hari H ulangtahun. Dan sukses!!!

Hal yang mau saya bagi kepada semua perempuan di mana saja kalian berada. Papsmear itu kebutuhan perempuan. Maka lakukanlah dengan suka cita. Seperti kalian membutuhkan bedak, lipstik, cat rambut, baju keren dan kongkow berhaha hihi bersama teman.

Pokoknya lakukanlah. Jangan mau jadi satu dari sekian banyak penderita kanker serviks. Karena kanker serviks saat ini menjadi jenis kanker paling mematikan bagi kaum hawa.
Papsmear atau sekarang ada metode baru bernama IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) menjadi cara deteksi dini kanker serviks paling akurat.  Metode ini mampu mendeteksi sejak dini ada tidaknya kanker serviks.

Kanker serviks, jika terdeteksi pada stadium awal memiliki peluang sembuh lebih besar. Selain itu proses pengobatannya pun menjadi tidak mahal. Jadi tak perlu takut, apalagi sedu sedan menangis.

Bayangkan, kanker itu sejenis hantu serem yang siap menerkam dan melumat habis hidup perempuan. Maka sebelum hantu serem memangsa, sebaiknya lakukan deteksi. Siapa tahu diantara kita sudah ada yang dilirik sama itu yang namanya hantu kanker serviks. Baca mantera dengan papsmear atau IVA. Mantera ini dijual bebas di Puskesmas, klinik dokter atau rumah sakit dengan harga standar. Bahkan ada yang nggak pakai bayar.

Maka pada Hari Kanker Sedunia yang diperingati 4 Februari, yuk sama-sama kampanyekan WE CAN, I CAN. Kita Bisa. Aku Bisa. Sebarkan pesan bahwa setiap orang baik secara bersama maupun secara individual bisa mengambil peran dalam mengurangi beban dan permasalahan kanker.



#SalamPapsmear


0 Komentar