Yuk  jangan takut ngomongin kanker. Kalau tahu banyak soal kanker, setidaknya kita bisa mencegahnya. 


Sebab kanker adalah jenis penyakit yang bisa dicegah. Sekitar 40 persen pola hidup yang kita jalani ikut menentukan apakah berisiko terhadap kanker atau tidak.
Pun bagi mereka yang sudah terkena kanker. Dokter Fara Vintantri SpOG (K) Onk, dokter spesialis dari Siloam Hospitals Simatupang, Jakarta Selatan bilang, orang yang terkena kanker masih memiliki peluang untuk sembuh, masih memiliki peluang hidup lebih panjang lagi usianya.
Endang Widarti, warga Pondok Labu Jakarta Selatan adalah buktinya. Survivor kanker ini sudah hidup bersahabat dengan kanker sejak 21 tahun lalu. Lama ya?
Dan sepanjang menjalani hidup dengan kanker, Endang tidak terganggu apa-apa. Semua dijalani dengan enjoy. Tetap bisa bekerja dan beraktivitas seperti orang sehat lainnya. Tidak ada duka lara, nestapa apalagi tangisan dan umpatan menuntut keadilan Tuhan. Tidak!
Endang terkena kanker serviks pada usianya yang masih tergolong muda, 35 tahun. Bermula dari flek coklat berkepanjangan selama 3 minggu. Curiga dengan gejala tak lazim itu, ibu dengan dua anak tersebut lantas mendatangi dokter kandungan.
Melalui serangkaian pemeriksaan dan cek laboratorium, terbukti bahwa Endang terkena kanker serviks. Dunia serasa kiamat awal mulanya. Kanker, penyakit mematikan itu akhirnya datang dalam hidupnya.
Sejak itu, episode pengobatan kanker serviks pun dimulai. Bertahap demi setapak di  RS Cipto Mangunkusumo.
Keinginannya untuk bisa sembuh, membuat Endang sempat mencari pengobatan alternatif dari seorang Shinshe. Proses pengobatan yang dilakukan selama 7 bulan nyatanya tak membuahkan hasil. Justeru yang ada, flek berubah menjadi gumpalan darah. Kanker serviksnya bertambah parah.

Akhirnya Endang harus operasi pengangkatan rahim. Dilanjutkan dengan radiasi selama  25 kali dan kemoterapi 5 kali.Dua bulan dijalani semua tahapan terapi dengan sabar. Hasilnya, Endang bisa selamat.

Ngomongin kanker serviks bagi sebagian besar perempuan memang serem. Siapapun terkena kanker serviks, ujung kematian seperti sudah nyata nampak didepan mata. Padahal kanker serviks bisa disembuhkan. 
Virus HPV adalah satu-satunya jenis virus yang dinilai bertanggungjawab terhadap kemunculan kanker serviks. Jenis virus ini ada ratusan tipe. Tetapi tipe yang paling berbahaya adalah tipe 16 dan 18. Virus tipe ini 70 persen memicu timbulnya kanker serviks.
Bagaimana mengetahui apakah dalam serviks seorang perempuan ada virus HPV? Lakukan papsmear atau IVA. Dengan metode pemeriksaan ini, virus kanker mudah terdeteksi. Ada gejala atau tidak, papsmear atau IVA wajib hukumnya setahun sekali.
Adapun gejala awal dari kanker serviks diantaranya flek berkepanjangan, keputihan abnormal, kadang muncul rasa pegal yang amat disekitar panggul, atau mengalami pendarahan diluar menstruasi. 



#salamberani

0 Komentar