Luna menatap bolu  berwarna coklat yang dibelikan  ibu hari ini. Lagi-lagi bolu coklat, bekal ke sekolah, gumamnya lirih. Mata bulat Luna kini menatap ibunya heran.
“Luna ada apa?” tanya ibu heran.
“Bu, kenapa ibu selalu membekali-ku bolu coklat?! Aku mau yang warna lain!” Luna menjawab sambil memasukan bekalnya kedalam tas.
Ibu tersenyum.

Sesampainya disekolah...
“Hai Luna!” sapa Kani.
“Kani, kamu bawa bekal apa hari ini?” tanya Luna kembali.
“Kenapa? Ada apa? Memang kenapa kamu,“ balas Kani. Belum selesai bicara, Luna sudah memotong kalimat Kani. “Mengapa aku bertanya? Oh karena memang aku ingin cerita..” Luna menghela napas panjang.
“Ibuku membuat bolu tapi bolunya coklat... Lagi-lagi coklat. Sebenarnya aku bosan,  aku pingin ganti! Dibekelin itu... sarapan itu.. duh!” cerita Luna dengan nada kesal.
“Oohhhh itu,” Kani tersenyum simpul

Keesokan harinya...
Kani bangun pagi-pagi, segera ia menyambar handuk mandi. Usai mandi, dengan sedikit tergesa-gesa ia menyantap sarapannya.
Setelah itu Kani segera berangkat ke rumah Luna. Untung hari ini hari minggu, jadi Luna dan Kani tak sekolah!
“Tok tok tok!”Kani mengetok daun pintu rumah Luna pelan.
“Kani!?” Luna melihat Kani dengan tatapan heran
“Katanya mau buat bolu yang beda.. nih ada nih! Resep bikin bolu hijau!” kata Kani semangat.
Mata Luna berbinar binar tak bisa membayangkan betapa enak dan lembutnya menyantap bolu baru di teras sambil minum susu hangat.
Segera Luna memanggil ibunya , beberapa saat kemudian, mereka bertiga sudah asyik membuat bolu didapur.

“Hahahahahah! Tuh wajahmu belepotan!” Luna tertawa terpingkal pingkal sambil memenggang perutnya, yang sakit karena kebanyakan tertawa
“Hahahahaha! Kamu malah belepotan telor! Iihhh bau!” balas Kani Sambil tertawa terbahak-bahak
Selesai membuat kue Kani dan Luna cuci tangan . Ibu memanggang bolu dalam oven. Tak lama kemudian, bau bolus wangi memenuhi ruangan dapur.
Dan traraaaaa..Bolu warna hijau sudah siap.
“Saatnya menyantap bolu en-“ teriak Luna. Belum selesai bicara, Kani sudah memotong bicara Luna. “Baca doa dulu!”
Sehabis baca doa.. tahu apa yang Luna lakukan? Ya... menyantap dengan lahap!
“Wajahmu belepotan lagi! Hahahaha  nyammm.. enak,” kata Kani sambil tertawa memakan bolunya
“Mulut kamu penuh bangettt!” teriak Luna dengan tatapan geli. Muka Kani jadi bulat lucu dengan pipi montok.
Tiba tiba Luna berteriak  “Yes!, Bekalku beda, besok aku bisa bawa bekal  yang berbeda,” Teriak nya sangat keras
Ibu tersenyum lalu berkata di dalam hatinya “Untung ada Kani!”

Senin pagi, Luna berlari lari bersama Kani ketawa-ketawa sambil bercerita lucu. Sampai tiba saatnya istirahat,  Luna menyambar kotak bekal dan.. teman teman mengerubuti Luna seperti permen besar! Ternyata bolu hijau Luna enak banget! Luna tersenyum ia santap bolu itu lalu berteriak ke Kani “Terima kasih!!” kata Luna. Kani tersenyum sambil mengangguk kecil.

#salamadek

0 Komentar