Selasa, 05 Desember 2017

Yuk, Cari Tahu Reformasi Dibidang Pengadaan Barang Dan Jasa Ala LKPP-MCA Indonesia


Pengadaan barang dan jasa menjadi proyek penting dalam satu sistem pemerintahan. Karena sekitar 30 hingga 40 persen belanja pemerintah atau APBN digunakan untuk pos pengadaan barang dan jasa. Mulai hal yang kecil seperti pembelian laptop, peralatan tulis, seragam, hingga hal-hal yang bersifat besar seperti pengadaan infrastruktur.

Itu mengapa pengawasan terhadap proses pengandaan barang dan jasa harus dilakukan. Tujuannya untuk menjaga agar tidak disalahgunakan, tidak dikorupsi, tidak digelembungkan. Dan pada akhirnya bisa memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Pengadaan barang dan jasa ini dikatakan Robin Asad Suryo, Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP memiliki kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun, menyesuaikan dengan nilai APBN yang dimiliki negara atau APBD suatu daerah. Tahun 2013 lalu, tercatat Rp 672 triliun anggaran yang digunakan untuk pengadaan barang dan jasa ini, atau meningkat 300 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di Indonesia sendiri, nilai anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan barang dan jasa tercatat 10 persen dari produk domestik bruto (PDB). Nilai ini dibanding sejumlah negara maju memang relatif kecil, karena negara maju bisa mengalokasikan 20 hingga 30 persen dari PDB.

Meski tergolong kecil, tetap harus mendapat perhatian. Pasalnya 10 persen dari PDB tersebut diperoleh dengan perjuangan yang panjang seperti pengumpulan pajak dan sumber-sumber pendapatan negara lainnya.

Jadi, pengawasannya tentu sama pentingnya dengan pengawasan alokasi pengadaan barang dan jasa di negara-negara maju. Tujuannya tentu agar nilai alokasi 10 persen tersebut benar-benar tepat penggunaannya dan tidak bocor kemana-mana.

(Robin Asad Suryo)
Membangun sistem baru

Dulu,  Indonesia masih menganut sistem pengadaan barang dan jasa secara konvensional. Masing-masing instansi, kementerian maupun pemerintah daerah melakukan pembelian atau pengadaan barang dan jasa secara sendiri-sendiri, secara manual

Tetapi sejak 10 tahun lalu, pemerintah telah membentuk LPKK atau Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pembentukan LKPP ini menjadi langkah reformasi yang sangat penting dalam hal proses pengadaan barang dan jasa

“Sebelum ada LKPP, proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara manual. Baik pusat maupun daerah,” kata Robin.

Sistem ini tentu sangat rawan terjadi penyelewenangan. Sebab selain tidak ada lembaga khusus yang menangani, juga tidak ada SDM atau personil yang memang tugas utamanya untuk menangani pengadaan barang dan jasa. Artinya pengadaan barang dan jasa bisa dilakukan oleh mereka yang tidak memenuhi kualifikasi, tidak tepat, bahkan rangkap jabatan. Ini tentu tidak profesional.

“Pengadaan barang dan jasa berbasis kertas, tentu juga rawan penyelewenangan secara administratif,” tambahnya.

Padahal proses pengadaan barang dan jasa bukan hal yang sederhana. Selain memakan anggaran yang sangat besar, prosedur yang harus dilalui serta dokumen dan urusan administrasinya sangat rumit. Karenanya, perlu lembaga khusus, perlu personil atau SDM khusus dan perlu penanganan secara khusus. tidak bisa dilakukan sambil lalu, sampingan apalagi rangkap jabatan.

Lahirnya LKPP nyatanya memang menjadi langkah yang tepat dan lebih maju dalam hal pengadaan barang dan jasa pemerintah. LKPP melalui sejumlah terobosannya mampu menghemat anggaran negara yang cukup fantastis, mampu menekan kasus korupsi dan mampu mengundang keterlibatan publik untuk sama-sama menjadi pengawas dalam hal pengadaan barang dan jasa.

Sesudah LKPP dibentuk, apakah korupsi dan penyelewenangan dalam hal pengadaan barang dan jasa berhenti? Bisa dihentikan? Febri Hendri, Koordinator Divisi Investigasi ICW memastikan tidak atau tepatnya belum. LKPP belum sepenuhnya mampu menghilangkan celah terjadinya penyelewenangan alokasi anggaran pengadaan barang dan jasa.

“Proses pengadaan barang dan jasa itu panjang, mulai dari pembahasan anggaran di parlemen atau dewan. Nah selama pembahasan, hingga ketok palu, memungkinkan adanya penyelewenangan wewenang. Ini akan terus berlanjut hingga proses pengadaan,” kata Hendri.

Ia mencontohkan kasus e-KTP dimana proyek yang nilainya sangat besar ini memang sudah bermasalah sejak belum diketok palu di parlemen.

Meski LKPP belum sepenuhnya mampu menekan kasus korupsi dibidang pengadaan barang dan jasa, tetapi proses reformasi itu harus dipacu dan dipercepat. Itu mengapa LKPP melakukan langkah modernisasi pengadaan barang dan jasa.

Proyek modernisasi pengadaan yang dilakukan LKPP menggandeng MCA-Indonesia (Millennium Challenge Account Indonesia) dilakukan di 44 Unit Layanan Pengadaan (ULP) percontohan dari sekitar 600 ULP yang ada di Indonesia.

Tujuan dari proyek ini adalah tercapainya efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, dan disaat yang sama memastikan kualitasnya sesuai dengan kepentingan publik dan waktu yang direncanakan. Efisiensi tersebut akan bermuara pada layanan barang dan jasa yang lebih baik demi peningkatan pertumbuhan ekonomi.

MCA-Indonesia itu sendiri merupakan lembaga wali amanat yang dibentuk Pemerintah Indonesia untuk mengelola Hibah Compact dari Pemerintah Amerika Serikat.

Melalui Proyek Modernisasi Pengadaan, MCA-Indonesia dikatakan Firman Darmawan Direktur Proyek Modernisasi Pengadaan MCA-Indonesia berupaya mendukung LKPP untuk meningkatkan kapasitas para profesional pengadaan publik, memperkuat kelembagaan Unit Layanan Pengadaan (ULP), meningkatkan kualitas Sistem Informasi Manajemen Pengadaan, menerapkan sistem kontrak katalog, serta mengembangkan pengadaan bagi proyek kemitraan pemerintah dan swasta.

“Kemitraan ini diharapkan dapat membantu pemerintah menghemat biaya, mencapai efisiensi dalam pengadaan, serta memastikan kualitas pengadaan sesuai dengan kepentingan publik dan waktu yang telah direncanakan,” papar Firman.

Mengapa lembaga semacam MCA Indonesia perlu dilibatkan dalam hal proses pengadaan barang dan jasa? Sebab 60 persen bantuan asing dibelanjakan untuk pengadaan barang dan jasa.
Hingga September 2017, MCA Indonesia telah melakukan dua kegiatan utama yakni kegiatan profesionalisasi pengadaan yang meliputi penguatan kelembagaan ULP, pengembangan SDM, dan sistem informasi manajemen pengadaan (PMIS) serta kontrak katalog.

Kemudian kegiatan kedua adalah pengembangan kebijakan dan prosedur yang meliputi kerjasama pemerintah dan badan usaha serta pengadaan publik berkelanjutan.

(Firman Darmawan) 
 
Proyek modernisasi pengadaan ini diakui Firman telah berhasil memperoleh beberapa capaian. Diantaranya mampu menghemat anggaran Rp 2,3 miliar di sejumlah lembaga pemerintah pusat dan lokal dalam hal pengadaan peralatan teknologi informasi dan komunikasi. Lalu dalam pengadaan seragam kerja melalui kontrak katalog, Pemprov DKI Jakarta mampu menghemat Rp 10,3 miliar dari anggaran.

Kemudian telah ada 219 jabatan fungsional pengelola pengadaan barang dan jasa pada struktur 44 ULP percontohan, 168 staf ULP dan 61 staf non ULP telah menyelesaikan pelatihan keahlian pengadaan barang dan jasa tingkat dasar serta sejumlah kerjasama dengan pihak terkait lainnya.

Proyek modernisasi pengadaan senilai 73,2 dolar AS ini akan segera berakhir pada April 2018. Tetapi sejumlah capaian dari kerja besar tersebut sudah banyak membuahkan hasil bagi kinerja pengadaan barang dan jasa di sektor pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Harapannya, ke depan, proyek pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah akan jauh lebih baik, lebih transparan, lebih akuntabel, lebih efisien sehingga memberikan sumbangan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Jumat, 27 Oktober 2017

Mengintip Keuntungan Para Pedagang Di LTC Glodok

 (Lobby LTC Glodok)
KEPONAKAN tercinta Sonny, selalu nyebut Glodok kalau dimintai tolong mereparasi laptop, minibook atau PC. Dari sejak jaman dia kuliah 3 tahun lalu sampai sekarang sudah kerja.

Glodok sepertinya sudah jadi tempat favorit dia buat belanja segala jenis sparepart barang elektronik. Katanya, mau cari yang merek bagus sampai harga merakyat ada semua di Glodok. Mau cari barang yang langka, yang sudah sulit ditemukan di pasar, atau model terbaru. Semua bisa dijumpai di Glodok.

Well, saya percaya. Karena memang dia ahlinya untuk reparasi barang elektronik macam laptop, PC dan notebook. Katanya lagi, saking seringnya belanja di Glodok, sampai punya toko langganan yang siap ditelepon setiap saat untuk menanyakan ketersediaan barang termasuk harganya.

Tapi kalau hari kemarin saya minta tolong cariin lampu senter yang dipasang di kepala buat urusan Pramuka anak, mengapa pula harus ke Glodok? 

Penasaran, saya pun pergi ke Glodok, sendirian saja. Naik bus TransJakarta, turun di halte Glodok. Di kanan kiri Halte Glodok, ada banyak pilihan pusat perbelanjaan, mulai dari Harco Glodok, PD Pasar Jaya sampai Lindeteves Trade Center alias LTC Glodok.

Keluar dari Halte TransJakarta Glodok, saya memilih jalan sedikit ke arah depan dari Halte Glodok, tepatnya menuju LTC Glodok. Selain tampilannya mirip hotel, karena ada lobinya, LTC Glodok juga terlihat paling ramai pengunjung. Warna dinding bangunannya yang cerah terus terang menjadi salah satu alasan saya memutuskan pergi ke LTC Glodok.

Biasanya nih, kalau ramai pengunjung pasti ada nilai lebihnya. Bisa jadi barang dagangan lebih lengkap, bisa jadi lebih nyaman, bisa jadi harganya murah atau alasan lainnya.

Di lobi lantai LG1, saya berpapasan dengan Supriyono, warga Grogol. Ia lagi asyik telpon-telponan dengan seseorang yang saya tebak itu konsumennya. Dan benar, setelah basa basi menyapa, saya pun mengajaknya bercerita.

 (Supriyono, konsumen setia LTC Glodok)

Supriyono ini ternyata seorang pemasok barang di kawasan Grogol. Dia sudah sekitar 5 tahunan menjadi langganan di LTC Glodok. Segala jenis mesin, perkakas tools, produk listrik hampir setiap hari dibeli disini untuk kemudian dijual kembali ke para pemesannya.

“Saya hampir tiap hari ke sini, cari barang sesuai pesanan langganan. Kadang mesin air,  kadang kipas angin, kadang peralatan bengkel, pokoknya banyak deh,” katanya.

Dalam satu hari, nilai belanjaan Supriyono ini tergolong fantastis mencapai rata-rata Rp 50 juta. Itu sebabnya dia mengaku belum lama ini dapat apresiasi dari pengelola LTC Glodok berupa vocher belanja dan voucher menginap di Fave Hotel yang letaknya di lantai 8 LTC Glodok.

 (Apresiasi untuk pelanggan setia LTC Glodok)

Bagi Supriyono, belanja di LTC Glodok menawarkan keuntungan berlipat. Selain produknya lengkap, kualitasnya terjamin, ia juga bisa mengikuti undian berhadiah Agung Podomoro Vaganza. Hadiahnya bikin ngiler karena ada apartemen dan Toyota Fortuner.

Masuk ke lantai dasar, saya berjumpa dengan Januar. Tokonya menyediakan pernak-pernik mesin. Bersama sejumlah karyawannya, Januar nampak sibuk melayani konsumen baik yang datang ke toko maupun pesan lewat sambungan telepon atau email.

(Januar, pedagang perkakas)

“Saya terapkan dua strategi pemasaran, offline dan online. Dua-duanya ada pangsa pasarnya,” kata Januar.

Sejak LTC Glodok dibuka, Januar sudah bergabung. Rasa optimis bahwa ikon Glodok akan membawa keuntungan, ternyata bukan mimpi. 

“Dalam sehari omset saya untuk yang offline rata-rata Rp 100 juta dan online bisa Rp 30 juta,” jelasnya.

Januar terang-terangan memuji strategi pemasaran yang dilakukan pengelola LTC Glodok dibawah bendera Agung Podomoro. Strategi promosi yang dilakukan membuat LTC Glodok selalu ramai. 

“Jika banyak pusat perbelanjaan lain yang sepi, maka kami tidak mengalami kondisi seperti itu. Toko kami selalu ramai, setiap hari, karena strategi marketingnya dari pengelola memang bagus,” tutur Januar.

Pujian serupa dilontarkan Gunawan, pemilik Toko PD Sahabat. Dalam sebulan, omset dari jualan alat-alat sensor tidak kurang dari Rp 1 miliar. Semua dijual secara offline karena memang PD Sahabat belum pakai strategi online.

“Melayani yang datang ke toko langsung, tapi ke depan kita lagi mikir juga pakai online. Lagi penjajakan,” katanya.

(Gunawan, pedagang alat sensor)

Gunawan mengaku sangat terbantu dengan strategi pemasaran yang dilakukan oleh pengelola LTC Glodok. Sehingga ketika ekonomi global memburuk yang imbasnya daya beli masyarakat menurun,  LTC Glodok nyaris tak terpengaruh.

“Paling stagnan saja, menurun sih nggak ya. Datar iya, tapi itu bagus dibanding pusat perbelanjaan lainnya yang katanya sepi,” tambah Gunawan.

Mengutip tulisan yang dilansir Harian Pos Kota, Glodok sejak zaman kolonial hingga saat ini masih menjadi ikon belanja elektronik dan perkakas mesin terbesar dan terpopuler di Kota Jakarta.

Karena itu ketika tahun 2005 PT Agung Podomoro menawarkan Lendeteves Trade Canter di kawasan Glodok, 3000 kios yang ditawarkan langsung habis terjual. 

“Siapapun optimis, bahwa nama besar Glodok akan membawa keuntungan besar bagi usaha dagangnya. Terlebih lagi dibawah bendera Agung Podomoro yang memang dikenal sebagai pengembang mumpuni berbagai pusat perbelanjaan diberbagai wilayah di Indonesia,” kata Alex Suharli,  Pengawas Persatuan Penghuni dan Pemilik Rumah Susun (P3RS) LTC Glodok.

Menawarkan konsep belanja yang nyaman dan aman, LTC Glodok yang berada dikawasan strategis Jalan Hayam Wuruk nomor 127 Jakarta Barat, memiliki accupation alias tingkat hunian hingga 100 persen. Enam lantai terdiri atas 3000 kios, semua beroperasi.

Diakui Alex, LTC Glodok dalam sehari rata-rata dikunjungi oleh lebih dari 50 ribu konsumen, tidak hanya dari Jakarta tetapi juga kota-kota lain di sekitar Jakarta. Dengan jumlah mobil parkir mencapai 7.000 unit dan motor 8.000 unit per harinya.

(LTC Glodok yang tak pernah sepi)

“Saat ini LTC Glodok merupakan salah satu tools market terbesar dan terlengkap di Indonesia, dibawah payung PT Agung Podomoro Land. LTC Glodok adalah Trade Center yang bergerak di bidang penjualan alat – alat teknik, tools, listrik, elektronik, safety, plat, dan lain sebagai yang bisa jadi pilihan utama masyarakat,” papar Alex. 

LTC Glodok itu sendiri menurut data, mulai beroperasi pada bulan Februari 2006 dengan luas lahan 2.6 H yang terdiri dari 6 lantai belum termasuk hotel, restaurant, karaoke, ballroom dan lainnya.

Nilai transaksi yang terjadi setiap tahunnya di LTC mencapai triliunan rupiah. Itu semua karena LTC Glodok melayani pembelian mulai dari eceran hingga partai besar.

Dilengkapi dengan fasilitas lengkap yang nyaman dan modern, baik untuk pengunjung maupun pedagang seperti, AC, toilet bersih, escalator, lift pengunjung dan barang, mushola, food court, parkir yang luas dan lain sebagainya, pengunjung LTC Glodok mencapai lebih dari ± 50.000 orang perhari.

Konsumen pun tidak perlu kuatir dengan keaslian barang yang dibeli dan tersaji lengkap di LTC Glodok. Tidak heran jika konsumen yang datang di LTC Glodok ini pun tidak terbatas dari Jakarta saja melainkan sudah merambah hampir seluruh Indonesia.

Puas menyambangi beberapa konsumen dan pedagang, saya pun naik ke lantai 8. Ada Fave Hotel yang menyediakan penginapan yang nyaman. Restoran dan cafe dengan aneka menu yang mantap.

Bagi saya, hotel di pusat perbelanjaan menjadi wajib hukumnya. Mengingat konsumen yang datang dari kota-kota jauh, acapkali terkendala dengan urusan penginapan dan transportasi. Kalau penginapannya menyatu dengan pusat perbelanjaan tentu ini akan memudahkan konsumen atau pelanggan.

Saya sempat sholat di mushola yang lokasinya disisi kanan lobi hotel. Mushola kecil yang cukup nyaman untuk mengerjakan ibadah sholat ditengah aktivitas belanja yang bisa jadi cukup melelahkan.

(Berbagai program promosi yang dilakukan pengelola LTC Glodok)

Jika kita masuk ke arena belanja yang baru, alias baru kita injak, hal yang paling ditakutkan adalah tidak bisa mendapatkan pintu keluar yang tepat. Kegiatan keliling belanja membuat kita bingung ke arah mana harus keluar. 

Itu pula yang terjadi dengan saya. Baru datang ke LTC Glodok, langsung terhipnotis dengan kelengkapan dan kenyamanan LTC Glodok, membuat saya bingung arah saat mau keluar dari LTC Glodok.

Untungnya LTC Glodok menyediakan denah sederhana yang tertera di lantai-lantai. Disetiap persimpangan, ada denah yang menunjukkan arah berbagai pintu keluar. Mau melalui pintu Jalan Hayam Wuruk, Jalan Belusdru atau lewat pintu lain.

Denah begini memang terlihat sederhana, sehingga tak banyak pusat perbelanjaan yang menyediakannya. Semua pengunjung dianggap sudah familiar dengan semua sudut. Tetapi terus terang, denah begini amat menolong bagi pengunjung pusat perbelanjaan termasuk saya.

Lelah berkeliling LTC Glodok, pulang membawa satu set obeng dan dua masker. Sekedar buat oleh-oleh suami yang suka teriak-teriak kehilangan peralatan saat mau membetulkan peralatan rumah tangga.

Lalu saya pun memesan ojek online menuju stasiun Sawah Besar dengan tarif normal Cuma Rp 7.000. titik penjemputan di aplikasi ojek online langsung tercetak LTC Glodok. Berarti memang sangat populer sehingga google map telah mengidentifikasinya.

Sepanjang duduk dibangku Commuter Line menuju Kota Depok, saya berpikir dan mulai paham mengapa sang keponakan tercinta Sonny selalu ke Glodok jika ingin membeli segala jenis sparepart mesin, listrik dan lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan sehari-harinya..

Xoxoxoxo

#Salambelanja

Tampil Keren,Tiga Pasar Tradisional Dapat Anugerah Pancawara Danamon Peduli 2017


(Para penerima penghargaan Pancawara)

OKTOBER akhir, Jakarta sudah mulai diwarnai dengan hujan. Hampir tiap hari, meski kadang deres, kadang sekedar rintik-rintik.

Ini bakal berlangsung sampai Februari atau Maret tahun depan ya. Makanya selain sedia payung, jangan lupa jaga kesehatan.

Nah buat kalian yang mau sehat baik badan maupun kantong, musim hujan adalah saat yang paling tepat buat nengok pasar tradisional. Niatnya nengok, tapi kalau kemudian tergoda untuk blanjablinji, itu jelas efek yang menyenangkan.

Jangan membayangkan ya, pasar tradisional itu kumuh dan becek. Sepertinya bayangan yang begitu harus dibuang jauh-jauh. Sekarang pasar tradisional tampil keren lho. Bangunannya bagus, bersih, kiosnya tertata, juga lebih aman. Ada juga fasilitas perbankan dan lainnya.

Itu mengapa saya mengajak nengok pasar tradisional pas musim hujan. Apalagi pas turun hujan. Supaya bisa membuktikan kalau pasar tradisional yang bocor dan becek itu sudah bukan jamannya lagi. Pasar tradisional jaman now penampilannya sudah berbeda.

Itu kenapa juga saya ngajak ke pasar tradisional supaya sehat badan dan kantong. Berkunjung ke pasar tradisional menjadi peluang buat kita jalan dari satu kios ke kios lain, mendatangi satu pedagang ke pedagang lain. Nah, aktivitas jalan itu pasti dong bikin sehat badan.

Sudah gitu, harga barang-barang di pasar tradisional jauh lebih murah dibanding di pasar modern atau supermarket. Buah mangga gedong misalnya, kalau di pasar modern sekilo bisa 35 ribu rupiah atau lebih. Di pasar tradisional dengan kualitas sama kita bisa membayar dengan cuma Rp 25 ribu atau bahkan kurang.

Sayuran macam wortel, sawi, kacang panjang, buncis, kangkung. Wow selain segar-segar, harganya juga jauh lebih murah. Pilihan jenis sayurannya lengkap. Mau sayur model apa juga ada, sayur lodeh, asem, sop atau yang lainnya. Mau jenis sayuran yang sudah langka seperti kecombrang, pare belut atau jantung pisang dan rebung ada juga lho.

Aneka daging dan ikan, produk olahan dan kebutuhan pokok macam beras, tepung terigu dan gula serta minyak. Tinggal muter pasar, semua jenis belanjaan ada.

Jajanan camilan pun demikian. Uli ketan, getuk sampai makanan rutiruti alias roti dan berger, sekarang di pasar tradisional banyak dijual.

Buah-buahan, saat musim baru nongol, di pasar tradisional suka sudah ada. Kayaknya memang asyik deh.

Kalau semua barang dagangan serba murah, pasti dong ini bikin sehat kantong. Hemat belanja, hingga akhir bulan masih punya sisa untuk ditabung. Alhamdulillah.


(Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi saat menyerahkan penghargaan Pancawara)

Kemarinan hari saya datang ke acara Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat dan Anugerah Pancawara 2017 yang digelar Kementerian Perdagangan kerjasama dengan Yayasan Danamon Peduli. Pada ajang tersebut hadir pengelola beberapa pasar tradisional dari sejumlah daerah. Mereka diundang untuk mendapatkan apresiasi atas inovasi pengelolaan pasar tradisional.

Mengikuti acara mereka, dan juga sempat ngobrol beberapa kalimat dengan para pengelola pasar tradisional, emang cakep sih. Mereka sadar bahwa pasar tradisional memang harus tampil modern. Tujuannya supaya tetap ramai dikunjungi pembeli, supaya dagangan laris, dan perputaran uang pun lancar.

Intinya, mereka nggak mau kalah dan menyerah dengan menjamurnya ritel yang saat ini sudah merangsek hingga ke kampung-kampung dan gang.

Pasar tradisional adalah bagian dari budaya Indonesia. Di pasar tradisional orang tak sekedar bertransaksi untuk kebutuhan hidupnya, tetapi juga saling interaksi. Karena itu wajib hukumnya untuk terus dihidupkan dan dipertahankan.

Tahun ini, dari ribuan atau bahkan ratusan ribu pasar tradisional, hanya ada 13 pasar tradisional yang menjadi finalis Anugerah Pancawara 2017. Yaitu Pasar Atjeh Kota Banda Aceh, Pasar Flamboyan Kota Pontianak, Pasar Rejowinangun Kabupaten Magelang, Pasar Kliwon Kabupaten Kudus, Pasar Tayu Kabupaten Pati, Pasar Tanggul Kota Surakarta, Pasar Sindu Kota Denpasar, Pasar Intaran Kota Denpasar, Pasar Jamu Nguter Kabupaten Sukoharjo, Pasar Baru Kuningan Kabupaten Kuningan, Pasar Mayestik, PD Pasar Jaya Jakarta, Pasar Koja Baru PD pasar Jaya Jakarta dan pasar Modern Jasinga PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor.

Setelah melalui penjurian, Pasar Rejowinangun dengan inovasi Pengembangan Pasar Rakyat sebagai Ruang Sosial Budaya tampil menjadi juara untuk kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe I dan II. Lalu Pasar Sindhur Sanur dengan inovasi Swakelola dan Pengembangan Wisata Kuliner Malam menjadi juara untuk kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe III dan IV.

Kemudian untuk kategori Pasar Rakyat Perusahaan Daerah diraih oleh Pasar Koja Baru, PD Pasar Jaya dengan inovasi Pengelolaan Sarana-Prasarana Pasar secara Sinergis.

Dari tiga pasar yang meraih penghargaan tersebut, saya pernah mampir ke Pasar Koja di Jakarta Utara. Waktu itu mau beli baju rumah untuk asisten rumah tangga.

Memasuki pasar, rasanya makjleb. Ajaib nian. Itu pasar Koja sekarang penampilannya keren abis. Nggak seperti 10 tahun lalu. Segala fasilitas yang dibutuhkan konsumen dan pedagang sudah ada. Sudah gitu harganya nggak sampai menguras isi kantong.

Keliling-keliling, selain banyak petugas keamanan yang bikin kita anyem saat belanja, juga ada fasilitas perbankan. Ada fasilitas parkir yang memadai, bongkar muat sama lalu lintas konsumen nggak nyampur alias terpisah, tertata apik.

Semoga ke depan, di Jakarta tidak hanya Pasar Koja yang menang anugerah Pancawara ya. Sebab pasar-pasar lain juga terus bebenah kok.

Terkait kegiatan forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat dan Anugerah Pancawara 2017, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan yang digelar Yayasan Danamon Peduli tersebut.

Ajang ini diharapkan dapat memicu peningkatan daya saing pasar rakyat, meningkatkan kesejahteraan pedagang dan daerah, mendukung kelancaran logistik dan distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat.

Tjahya juga menyampaikan bahwa bahwa inovasi dan kreativitas sangat diperlukan untuk memajukan pasar rakyat. “Tantangan yang dihadapi saat ini membutuhkan semangat inovasi dan terobosan kreatif dalam pengelolaan pasar rakyat agar terjadi penguatan pasar dalam negeri di era persaingan global yang makin terbuka,” papar Tjahya.

Senada juga dikatakan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi. Ia mengatakan Danamon Peduli menyadari pentingnya keberadaan pasar rakyat sebagai rumah ekonomi, sosial dan budaya bangsa.

“Kami menangkap semangat pengelola pasar yang secara konsisten melakukan terobosan dan inovasi pengelolaan pasar rakyat untuk berlomba-lomba menjawab kebutuhan dan memenangkan hai konsumen ditengah ketatnya persaingan dengan ritel modern,” katanya.

Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat diakui Restu baru pertamakali digelar. Diikuti 46 pasar rakyat yang terdiri atas 40 pasar rakyat milik Pemerintah Daerah dan 6 pasar rakyat Perusahaan Daerah (PD)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Diharapkan dari forum ini terjadi komunikasi, pembelajaran dan sharing pengalaman dari berbagai pihak dalam upaya mengembangkan pasar rakyat yang lebih baik dan profesional dalam melakukan kegiatan transaksi perdagangan serta pelayanan kepada konsumen.

Kemitraan Danamon Peduli dengan Kementerian Perdagangan diakui Restu sudah terjalin sejak 2010 melalui program pendampingan revitalisasi pasar rakyat, yaitu Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) dibeberapa kabupaten dan kota di Indonesia. Program ini diperuntukkan sebagai pasar percontohan yang mengacu pada Pasar Sehat Kementerian Kesehatan RI dan standar SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.

Pasar Sejahtera tidak hanya menyasar pada perbaikan fisik namun juga pada pengelolaan pasar melalui peningkatan kapasitas pedagang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tupoksi di pasar, serta pemberdayaan komunitas pasar. Ke depan diharapkan Yayasan Danamon Peduli dapat melaksanakan programnya ke pasar-pasar yang dibangun/direvitalisasi oleh Kementerian Perdagangan.

“Kita ingin pemerintah daerah dan swasta lainnya dapat mereplikasi atau menjadikan program Pasar Sejahtera sebagai rujukan untuk pembangunan dan pengelolaan pasar rakyat di Indonesia,” tutup Restu.

#salampasartradisional

Sabtu, 12 Agustus 2017

Belanja Di Blok M Square Untung Bergunung-Gunung


KAMI menyebutnya hari Minggu sebagai hari malas sedunia. Artinya, saat Minggu tiba, kami sekeluarga boleh tidur lagi usai shalat subuh. Boleh libur urusan cucian baju dan setrikaan.

Minggu sudah disepakati tidak ada asap dapur mengepul, alias libur dari urusan masak-memasak. Sarapan boleh mencegat abang ketoprak yang lagi lewat depan rumah, atau meluncur ke tukang bubur ayam, tukang lontong sayur, nasi uduk yang mangkal diujung komplek perumahan.

Dan bagi anak-anak, selain bebas dari urusan sekolah, PR dan berbagai tugas ekskul, Minggu juga bermakna boleh main gawai sesuka hati, nge-game plus bermalas-malasan termasuk urusan mandi. Boleh mandi siangan dikit.

Maka kalau hari Minggu, rumah terasa sunyi bukan karena tidak ada aktivitas apa-apa. Seluruh pengguni rumah, saya, suami dan dua anak perempuan yang masih duduk di bangku SD dan SMP, masing-masing sibuk dengan gawainya. Berselancar didunia maya. Kadang berada di lokasi yang sama, kadang di ruangan berbeda. Kadang saling bicara, tetapi lebih banyak saling diam asyik dengan dunia masing-masing.

Saya so pasti maskeran, disempet-sempetin supaya wajah kinclong dikit. Tentu sambil posting-posting status di facebook. Posting mejeng bareng emak-emak ketje satu komunitas yang late post, atau posting-posting masakan. Kadang sekedar like atau kasih komen. Pokoknya yang serba ringan biar nggak bikin gemuk eh stres..huhuhu

(Hari Minggu anak-anak asyik bergawai ria)

Suami, asyik berpetualangan di dunia maya melalui layar laptopnya. Topik-topik politik yang lagi hangat kadang membuat suami memaksa kami jadi pendengar yang baik. Maklum nggak ada lawan diskusi. Baginya libur ngomong politik sehari saja, sudah bikin mulut berasa masam.

Keasyikan kami masing-masing baru berakhir jika urusan perut sudah memanggil dengan pilu.  Lapar, perlu segera ditunaikan hajat si perut supaya nggak  merajuk terus.

Lapar di hari Minggu, pasti beda rasanya dong dibanding hari biasanya. Ingat, Minggu saya libur dari urusan dapur. Maka kalau sudah sama-sama lapar, wisata kuliner pasti jadi pilihan kami sekeluarga.

Tetapi jujur, saya nyaris nggak pernah keluar rumah di hari Minggu, murni urusan cari makan atau wisata kuliner.  Saya orangnya tidak teguh pada pendirian, tidak teguh pada niat semula, alias mudah galau saat jalan-jalan ke mall atau pusat perbelanjaan. Apalagi kalau mallnya nyaman wa asyikan. Hem, rencana makan bisa berubah jadi blanjablinji. Alhasil, bisa jadi sampingannya malah lebih banyak.

Kalau acara makan cukup 30 menit atau satu jam, maka sisanya yang berjam-jam, adalah urusan cuci mata, cari pernak pernik kebutuhan rumah. Dari kebutuhan yang teramat penting sampai nggak penting-penting amat.  Nyesel rasanya kalau melewatkan kesempatan belanja begitu saja. Wong sudah didepan mata kok. Itu prinsip seorang emak kekinian yah..

Apalagi kalau ke mallnya sambil bawa bocah-bocah. Maka mencari pusat perbelanjaan yang nyaman, sekaligus bisa memuaskan hasrat kami sekeluarga dengan berbagai kebutuhan yang kompleks menjadi pilihan. So pasti, pusat perbelanjaan yang gampang dijangkau, harga barang-barangnya sesuai kantong, barangnya berkualitas dan menyediakan semua kebutuhan kami. One Stop Shopping bahasa kerennya.

Minggu lalu, kami memilih Blok M Square dikawasan Melawai, Jakarta Selatan. Ini pusat perbelanjaan yang asyik banget. Lokasinya gampang dijangkau dari rumah kami di kawasan Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Naik Go-Car siang bolong cuma bayar Rp 26 ribu (bunyi aplikasi, permintaan lagi tinggi). 


(Ini salah satu sudut counter fashion Blok M Square)

Saya sebenarnya sudah pernah ke Blok M Square beberapa kali. Tapi itu karena urusan pekerjaan. Makanya nggak sempat menikmati detailnya mall ditempat yang legendaris tersebut. 

Jujur, berkunjung ke sini bersama anak-anak ya baru kali ini. Dan saya surprise banget karena punya kesempatan menguliti semua bagian mall. Mulai dari lantai dasar sampai lantai 5, mulai dari coba-coba sofa yang lagi jadi pajangan dikonter penjualan furniture lantai bawah, sampai incip-incip sosis dilantai 5. Juga ngintip bioskop XXl. Sayang film yang lagi main hari itu nggak ada yang cocok untuk ukuran bocah-bocah usia SD-SMP.

Jadilah kami jelong-jelong (jalan-jalan) naik turun lift dan escalator. Muter-muter dari satu toko ke toko lain. Lalu selfie-lah barang beberapa jepretan. Sambil tersenyum lebar mengabarkan bahwa kami sedang gembira.

Mallnya sekali lagi, saya bilang asyik banget. Bersih, nyaman, lengkap, harga barang-barangnya terjangkau. Segala jenis kebutuhan hidup ada. Mulai dari produk fesyen, perhiasan, produk furniture, telepon seluler, kamera, audio dan otomotif berupa mobil dan sepeda motor. 

(salah satu toko emas)

Atau yang mau nikah dan butuh cincin kawin, dilantai dasar berjejer toko emas. Koleksinya aduhai dan pilihannya segudang. Dijamin pengen tukar cincin tiap bulan. Ups!

Bahkan yang mau mampir Carrefour pun ada. Atau cinta mati sama produk-produk Bata, resto D’Cost de el el semua ada. Widiih lengkap sejati.

Kebetulan, si kecil, anak saya yang SD baru saja kehilangan sepatu saat berlibur ke Jogja tempo liburan sekolah awal Juli kemarin. Entah ketinggalan di Jogja Kids Fun, entah di kolam renang, entah di hotel entah di pesawat. Judulnya di kecil pulang bersandal jepit.

Makanya saat melihat aneka sepatu anak-anak yang manis-manis modelnya, warna-warni kayak balonku, si kecil langsung sibuk coba-coba sepatu. Walhasil, dua pasang sepatu berhasil kami dapat di konter sepatu Bata seharga Rp 300 ribu. Murah bukan? Bentuknya bagus, alasnya lentur,  empuk dan dijamin nggak makan kaki.

(Ini foto saat kami berburu sepatu cantik)

Asyiknya lagi, tenant Bata ngasih unjuk kalau struk pembelanjaan bisa ditukarkan nomor undian Agung Podomoro Vaganza 2017. Setiap nilai pembelanjaan Rp 100 ribu, kita berhak mendapatkan 1 nomor undian. Maka dengan nominal pembelanjaan Rp 300 ribu, berarti saya bisa dapat 3 nomor undian.

Penukaran struk belanja bisa dilakukan di kawasan mall. Ada konternya sendiri, persis dipintu masuk utama Blok M Square. Ada si mbak dan si mas yang jaga meja, lengkap dengan laptopnya siap menerima penukaran struk belanja dengan nomor undian. Buka layanan mulai jam 08:00 sampai 20:00 WIB.

Prosedurnya gampang banget. Cukup tunjukin KTP dan struk belanja hari itu juga. Maka si mbak akan menge-print nomor undian kita. Sambil pesan-pesan “Bunda, tolong nomor undian ini jangan sampai hilang, siapa tahu beruntung dapat mobil Fortuner atau apartemen,” katanya.

Amiinn...aminn..Semoga terkabul doa si mbak yang kece dan ramah itu ya.., Supaya saya punya ribuan alasan untuk selalu datang ke Blok M Square dan belanja apapun kebutuhan saya. Kalau perlu tiap akhir pekan kita jadwalin rutin.

(Ini foto waktu kami ke konter penukaran struk belanja untuk dapatin kupon undian)

Si mbak penjaga konter penukaran kupon belanja bilang, setiap hari rata-rata tidak kurang 20 orang menukarkan struk belanjaannya untuk dapat nomor undian. Kok sedikit ya? Khabarnya, beberapa tenant suka lupa kasih tahu ke konsumen untuk menukar struk belanja dengan kupon undian. Tetapi ada juga yang memang nilai belanjanya tidak memenuhi persyaratan.

Eh, sebagian besar sih abai, mengira ini program promosi-promosian. Barangkali. Padahal Agung Podomoro Vaganza sudah rutin tiap tahun digelar. Pengundiannya pun dilakukan didepan notaris, polisi, perwakilan pelanggan dan petugas dari dinas sosial. Akan sangat disayangkan, kalau peluang ikut undian dilewatkan. Siapa tahu berjodoh, siapa tahu jadi rezeki kita. Belanja senang, hadiah pun mampir ditangan.


(Ini foto Kaka lagi menunggu es krim

Usai tukar nomor undian, kami masih mencari es krim kesukaan anak-anak. Juga roti dan aneka jajan lainnya. Sayang nggak sampai seratus ribu nilai belanjanya. Karena memang semua serba murah terjangkau. Jadi batal deh dapat tambahan nomor undian.

Tapi peluang untuk dapat nomor undian masih banyak kok. Karena Agung Podomoro Vaganza 2017 periode 2 #BELANJAUNTUNG berlangsung hingga 13 Desember  2017. Tidak hanya di Blok M Square, program promo serupa juga berlaku di tujuh Trade Mall (TM) lainnya  seperti Mangga Dua Square, LTC Glodok,  Season City, Thamrin City, Plaza Kenari Mas, Blok B Tanah Abang dan Plaza Balikpapan.

Persyaratannya sama, setiap belanja Rp 100 ribu rupiah, dapat kesempatan 1 nomor undian. Atau belanja di Carrefour yang ada di trade mall Agung Podomoro, setiap nilai belanja Rp 250 ribu dapat satu nomor undian.

Pelanggan boleh menukar struk belanja maksimal 50 nomor undian per hari. Struk belanja antar tenat bisa digabungkan lho, sehingga peluang dapat nomor undian sangat banyak dan terbuka lebar.

Agung Podomoro Vaganza 2017 periode 2 #BELANJAUNTUNG sebenarnya sudah berlangsung sejak 1 Maret  2017. Tetapi tidak ada kata terlambat bagi pelanggan setia TM Agung Podomoro. Karena Agung Podomoro tidak hanya menggelar undian Agung Podomoro Vaganza di masing-masing TM tetapi juga ada Grandprize-nya yang ditutup 13 Desember 2017.

Enaknya belanja di TM milik Agung Podomoro, tiap TM ada undian. Misalnya Blok M Square, undian untuk pelanggan di TM ini akan dikocok 16 September 2017.

Hadiahnya cyin..menakjubkan. Ada 8 Samsung mesin cuci, ada 8 Samsung TV LED 32’, ada 8 Samsung kulkas, ada 8 Samsung galaxy J5, ada 8 Samsung galaxi A5, ada 16 ricecoocker, dan 160 voucher belanja. 

(ini brosur pengumuman Agung Podomoro Vaganza

Mereka yang sudah ikut undian bulanan di masing-masing TM, masih punya kesempatan ikut Grand Prize dengan hadiah utama berupa 1 unit Toyota Fortuner, 1 unit Apartemen dan 8 unit sepeda motor. Periode ikut Grand Pize dibuka sampai 13 Deseember 2017, berlaku untuk semua pelanggan dari 8 TM Agung Podomoro.

(foto bahagia saya saat mendapatkan nomor undian Agung Podomoro Vaganza)

Agung Podomoro Vaganza ini merupakan program rutin yang digelar setiap tahun oleh PT Agung Podomoro. Tentunya program yang begini tidak hanya menguntungkan konsumen atau pelanggan. Para tenant yang buka usaha di Trade Mall milik Agung Podomoro so pasti dibuat untung.

Seperti yang dikatakan Nur Hidayat, pedagang baju di lantai 1 Blok M Square. Ia mengaku program Agung Podomoro Vaganza menambah banyak pelanggan. Konsumen dimanapun selalu senang jika mengikuti undian.

“Syarat ikut undiannya gampang, belanjanya nggak harus yang mahal-mahal. Cukup habis 100 ribu saja sudah dapat nomor undian. Jadi kelas pelajar, kelas mahasiswa bisa ikutan,” jelas Nur.

Pada hari biasa, Blok M Square tidak hanya dikunjungi mereka yang ingin berbelanja produk fesyen, buku-buku (termasuk buku bekas lho) tetapi juga tempat makan yang enak dan nyaman bagi karyawan utamanya mereka yang berkantor di kawasan Sudirman, Jalan Antasari dan sekitarnya.

Sama halnya Sugeng, penjaga satu konter handphone. Konsumen yang membeli telepon genggam, atau asesorisnya merasa senang. Karena nilai belanja mereka yang kadang cukup fantastis untuk ukuran mereka, mendapatkan bonus nomor undian puluhan jumlahnya. Peluang menang tentu dong lebih banyak.

Terlebih lagi belanja di Blok M Square tentu lebih nyaman. Mall-nya bersih, AC-nya oke, yang mau mampir setiap lantai, ada eskalator, dan yang mau langsung ke lantai tertentu, bisa lewat lift. 

 Blok M Square seperti dikutip dari Harian Pos Kota merupakan mall yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Mall yang menjadi ikon kota Jakarta tersebut pada hari biasa, rata-rata dikunjungi antara 30 ribu hingga 35 ribu orang. Sedang untuk week end (akhir pekan) bisa mencapai 45 ribu orang per hari.

Jumlah pengunjung tersebut kata M Asrori, Marketing Manajer Blok M Square tentu menjadi potensi menggiurkan bagi pelaku usaha untuk membuka usahanya di Blok M Square. 

“Nggak perlu khawatir soal pembeli. Karena setiap hari mall ini memang ramai, hari kerja maupun akhir pekan. Jadi semua tenant yang bergabung pasti untung,” jelas Asrori.

Selain itu pengelola Blok M Square memiliki banyak program promosi yang sangat menguntungkan pelaku usaha. Sebut saja program pesta durian, job fair, festival budaya Jepang, hingga program belanja berhadiah yang pasti akan menambah masyarakat tertarik untuk belanja di Blok M Square.

Biaya berbagai program promosi yang dilakukan Agung Podomoro tersebut lanjut Asrori tidak dibebankan kepada pelaku usaha. Semua biaya promosi ditanggung oleh Agung Podomoro, sebagai bagian dari dukungan perusahaan kepada  tenant-tenant yang bergabung. Semua bentuk promosi tersebut juga dikelola secara profesional.

(M Asrori, Marketing Manager Blok M Squre/dok.Pos Kota)

Blok M Square diakui Asrori menjadi mall terlengkap di kawasan Jakarta Selatan. aneka produk dan barang dagangan ada, mulai dari batik, baju muslim,  batu mulia, produk gadget, kuliner, buku-buku, peralatan rumah tangga, produk kecantikan, perhiasan, hingga otomotif dan lainnya.

Mall ini nyaris tak pernah sepi. Denyut jantung kehidupannya terpompa selama 24 jam penuh, sejak dinihari saat para pedagang kue subuh menjajakan dagangannya, disambung dengan aktivitas mall disiang hari dan saat mal sudah tutup, Blok M Square menjadi alternatif bagi warga Jakarta untuk nongkrong atau kongkow dimalam hari.

Eh nyaris lalai. Soal keamanan, jangan diragukan lagi. Si bapak-bapak penjaga keamanan berbaju safari menyebar disetiap pintu masuk mall. Ramah dan banyak senyum, bikin Blok M Square jadi aman, jauh dari gangguan penjahat tentunya.  Ditambah lagi kamera SCCTV disetiap sudut yang siap membuntuti setiap momen dan kejadian.


 (Bapak Satpam berjaga dipintu Mutiara 2)

Ceritanya, hari itu kami bermaksud menyudahi acara jalan-jalan di Blok M Square. Selain perut sudah kenyang, belanjaan sudah lengkap, hari juga menjelang malam. Besok anak-anak harus bangun pagi, untuk kembali ke sekolah.

Kami pun segera order  taxi online. Iseng saja, tiga aplikasi kami buka semua. Membandingkan harga satu aplikasi dengan lainnya. Rata-rata berkisar Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu. Murah bukan?

Dari tiga aplikasi armada online tersebut, kami memutuskan pakai Go-Car karena pada aplikasi tertera waktu tempuh dari abang driver ke titik penjemputan paling dekat, cuma 3 menit. Berarti si Abang drivernya ada di sekitaran Blok M Square. Tarif yang tertera Rp 18 ribu perjalanan Blok M Square menuju Jalan Mampang Prapatan dengan tarif  parkir Rp 6000.


(Lihat kami melaju dengan menggunakan taxi online di pintu Mutiara 2)
 
Rupanya,  si abang driver memang  paling sering mangkal di Blok M Square, apalagi kalau akhir pekan. Katanya dalam sehari bisa mengantongi duit rata-rata Rp 800 ribuan.

“Mallnya ramai, saya sering nongkrong disini, gampang cari pelanggan, apalagi kalau hari libur atau akhir pekan, wah ramai Bu,” tukas abang Go-Car yang laman pemesannya lupa saya screenshots.Tetapi si abang driver ini cerita kalau dia tinggal di Depok dan tiap hari ke Blok M Square untuk menjaring calon penumpang.

Uh pantesan saat kami klik pencarian armada online, tiga aplikasi kami coba, semua menunjukkan jarak armada cuma beberapa menit. Ada yang 3 menit, 6 menit juga 8 menit. Artinya di sekitaran Blok M Square bertebaran armada online. Dan tarifnya pun murah binggo (red: banget) karena ketersediaan armada banyak meski yang pesen juga tak kalah banyaknya.

Selain pakai angkutan online, menuju Blok M Square sangat gampang. Banyak angkutan seperti Kopaja dan Metromini yang bermuara di termimal Blok M. Bahkan armada Bus TransJakarta juga sangat dekat, selemparan kolor (hem).

Sampai dirumah, saya judulnya masih penasaran sama amazingnya Blok M Square. Browsing internet, dan dengan cepat mister Google kasih info lengkap dengan google map.

Ini dia tampilan Blok M Square di laman Google. Informasinya cukup lengkap dan akurat. Mulai dari informasi lokasinya, luas mallnya, fasilitasnya, kapasitas parkir kendaraan, jam buka, daftar tenant, sampai komen-komen pengunjung yang rata-rata memang sama dengan saya, terkagum-kagum, tertakjub-takjub dan bahagia.



Saya pasti tak akan bosen kasih saran, kalau mau belanja untung bergunung-gunung, datang aja ke Blok M Square...

#selamatngemalldiblokmsquare..